Wednesday, December 22, 2010

Sebelum kita.....

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk dipertemukan jodoh dan diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Fikirkan tentang seseorang yang meninggal dunia terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup !

Marilah kita menjadi orang yang bersyukur atas segala nikmat dan kurniaan yang Allah berikan kepada kita.

Ingat janji Allah, barangsiapa bersyukur dengan nikmat yang diberikan kepadanya, maka Allah akan tambah lagi nikmat itu.
Sebaliknya, barangsiapa yang kufur atau tidak mensyukuri nikmat itu, maka sesungguhnya azab Allah amatlah pedih.
Fikir, renung, timbang dan muhasabah lah diri.

Kejadian itu...

Lunch ditengahari bersama teman2.... tiba2 seorang budak lelaki membetulkan zip seluarnya di hadapanku... Fizikal luarannya nampak seperti seorang budak lelaki normal... Namun tatkala dia duduk dimeja makan gerai itu, dia menepuk2 tangannya dan seakan2 sangat gelisah barulah ku sedari yang dia bukanlah senormal yang ku sangka...satu keluarga, enam orang, Ayahnya, ibunya,  mungkin dua adik lelakinya dan seorang adik perempuan.


Si ibu memanggil budak tersebut untuk duduk disebelahnya yang mana tempat itu telah diduduki adik perempuannya tadi. budak lelaki itu menggeleng2 dan menghentak2 meja tanda tidak setuju. Tiba2 aku terdengar si adik perempuan bersuara,


" Takmau2... Jangan bagi dia duduk dekat sini, biar dia duduk jauh2... Jangan dekat2.. tak mahu2... tak suka... biar dia duduk seorang2 kat hujung tu."


Si ibu menelan liur mendengernya.


Aku yang mendengar terus tersentap di hati... Ya Allah.. kasihannya budak itu, sudahlah berkeadaan istimewa, Adik sendiri tidak mahu mendekatinya... Apalah agaknya yang terdetik dihati budak itu bila di perlakukan sedemikian. Aku hanya memerhatikan sahaja. Sedih, melihatnya.


Apa agaknya yang akan terjadi andai ibu dan bapa dia tiada lagi nanti, terdetik di hatiku... Adakah dia akan dibela atau terus disisih dan dihina saudara sendiri... Tidak sanggup aku membayangkannya...


Hingga saat aku berlalu dari gerai tersebut aku masih terpandang budak itu... Sayu hatiku...


Nasib manusia kan? Kita tak tahu apa yang akan terjadi... 

Tuesday, December 14, 2010

~Syaitan Membantu Ke Masjid~





Seorang pemuda bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.   Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.  Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid .

Dlm perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid .

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu.  


Dia menanyakan identiti lelaki tersebut, dan menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..'

Pemuda pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Saat sampai di masjid , pemuda pertama bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya, lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawapannya sama.

Pemuda bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

lelaki itu menjawab

"Aku adalah IBLIS (setan)"


Pemuda itu terkejut dgn jawapan lelaki itu.

Setan kemudian menjelaskan, 'Saya melihat kamu berjalan ke masjid , dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid,
Allah memaafkan semua dosa2mu.

Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah fikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid .

Karana hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu.

Saya KHAWATIR jika saya membuat kamu jatuh utk kali ketiga, jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat....'


Moral:
Jangan biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.  Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapat dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .



(CreDiT toO UiTM-Melaka)